Hadis Akhir Zaman 1
Diriwayatkan oleh Hudzaifah bin al-Yaman** (sahabat Nabi ﷺ) dalam Shahih al-Bukhari (Kitab al-Fitan, Bab: قَوْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَتَكُونُ فِتَنٌ) dan Musnad Ahmad.
Lafaz Hadis (Ringkasan):
Suatu hari, Umar bin al-Khattab (ra) bertanya kepada para sahabat:
Siapakah di antara kalian yang hafal hadis Nabi ﷺ tentang fitnah?
Hudzaifah (ra) menjawab: "Saya".
Umar (ra) berkata: "Engkau memang berani (untuk membicarakan hal ini)."
Hudzaifah menjelaskan: "Fitnah yang menimpa seseorang dalam keluarga, harta, anak, atau tetangganya mampu dihapus dengan solat, puasa, sedekah, amar makruf, dan nahi munkar."
Umar (ra) berkata: "Bukan itu yang kumaksud, tetapi fitnah yang menyebar seperti ombak lautan."
Hudzaifah (ra) menjawab:
"Wahai Amirul Mukminin, engkau tidak akan terkena fitnah itu. Antara engkau dan fitnah itu ada pintu yang tertutup."
Umar (ra) bertanya: "Apakah pintu itu akan terbuka atau dihancurkan?"
Hudzaifah (ra) menjawab: "Pintu itu akan dihancurkan."
Umar (ra) berkata: "Kalau begitu, pintu itu tidak akan pernah tertutup lagi."
Kemudian, Syaqiq (perawi hadis) bertanya kepada Hudzaifah (ra): "Apakah Umar tahu siapa 'pintu' itu?"
Hudzaifah (ra) menjawab: "Ya, Umar tahu seperti ia tahu bahawa malam mendahului siang. Aku tidak berbohong dalam hal ini."
Setelah itu, Masruq (tabi'in) bertanya kepada Hudzaifah (ra): "Siapa 'pintu' yang dimaksud?"
Hudzaifah (ra) menjawab: "Pintu itu adalah Umar sendiri."
Makna dan Tafsir Hadis
1. Pintu Penghalang Fitnah: "Pintu" dalam hadis ini merujuk kepada Umar bin al-Khattab (ra). Selama Umar hidup, fitnah besar (kekacauan, perpecahan, atau ujian berat) tertahan. Setelah wafatnya Umar, fitnah mulai menyebar.
Maka dengan kematian Umar (yang syahid dibunuh) dianggap sebagai "pintu yang dihancurkan", sehingga fitnah besar seperti Perang Jamal, Perang Shiffin, dan konflik internal umat Islam terjadi setelahnya.
2. Jenis Fitnah: Fitnah kecil (personal) boleh diatasi dengan ibadah dan ketaatan.
Fitnah besar (kolektif) seperti perpecahan umat hanya mampu dihadapi dengan keteguhan iman dan kepemimpinan yang kuat.
3. Pesan Moral: Hadis ini menegaskan betapa penting peranan seorang pemimpin yang adil dalam mencegah kekacauan.
Umar (ra) dianggap sebagai simbol keadilan dan penjaga persatuan umat.
Status Hadis
- Hadis ini sahih (valid) dan tercantum dalam:
1. Shahih al-Bukhari (No. 525, 1893, 3256).
2. Musnad Ahmad (No. 22880).
3. Sunan at-Tirmizi (No. 2162).
Konteks Sejarah
Dialog ini terjadi menjelang akhir pemerintahan Umar (ra), di mana ia banyak berlaku ke khawatir tentang masa depan umat Islam setelahnya.
Umar dikenal sangat teliti dalam mempersiapkan penerus dan menjaga kestabilan politik.
Wafatnya Umar (tahun 23 H/644 M) menjadi awal permulaan fitnah besar dalam sejarah Islam, seperti yang diisyaratkan dalam hadis.
Mohon maaf atas kekurangan.
#hadisakhirzaman
#tandatandaakhirzamansudahberlaku
Ulasan